PERSIAPAN PENDIDIKAN KE LUAR NEGERI
Pendidikan tinggi tidak lagi menjadi barang mewah dan dapat
ditempuh oleh orang berpunya saja. Apalagi program pemerintah mendukung untuk
itu. Tidak sampai pendidikan sarjana, bahkan jenjang yang lebih tinggi yaitu pascasarjana
baik S2 dan S3 sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan menjadi rencana bagi
mahasiswa tahun akhir atau yang baru tamat sarjana untuk bisa melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi. Sekali lagi, program pemerintah menyiapkan
kesempatan untuk itu dengan program beasiswa yang ada. Apa saja programnya
silahkan tanya mbah Google.
Seiring dengan pintu pendidikan yang juga memasuki
globalisasi bagi sebagian mahasiswa mulai terbuka planning untuk menumpuh
pendidikan pascasarjana, tidak hanya di dalam negeri tapi juga keluar negeri
karena ada nilai plus tersendiri jika kuliah di luar negeri.
Secara prinsipil kuliah pascasarja di luar negeri sangat mudah. Karena bertemunya 2 kepentingan
yang saling menguntungkan. Dimana Negara berkembang seperti Indonesia memiliki
surplus dari sisi jumlah SDM tapi rendah disisi kualitas. Sedangkan Negara maju
yang terjadi sebaliknya minus jumlah, surplus kualitas pendidikan (pakai
kacamata pendidikan). Persyaratan utamanya hanya 2 carik kertas yang sangat
menentukan yaitu : pertama secarik kertas yang bernama Letter of Acceptance (LoA)
dan Sertifikat TOEFL/IELS, disamping persyaratan administrasi lain dan wawancara yang lebih melihat kesiapan kita dan alokasi jatah beasiswa yang
harus disesuaikan dengan jumlah pelamar.
Ok, sekian untuk pengantar dulu…..
Selanjutnya saya mau berbagi pengalaman pribadi yang
mudah-mudahan nanti bisa berbagi pengalaman dan saling berdiskusi. Karena saya
selalu mendokan mudah-mudahan semakin banyak generasi muda Indonesia yang
melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home